Beda Orang Aceh di Malaysia Dulu dan Kini

Oleh

Herman Fithra

Ada beberapa perbedaan yang akan ditemui terkait kebiasaan orang Aceh di Yan, Kedah, Malaysia. Hal ini terjadi karena pengaruh migrasi kaum saudagar Aceh.

Awal keberadaan masyarakat Aceh di Yan Malaysia, mereka konsen berdakwah islamiyah. Di kampung Acheh, mereka mendirikan pondok-pondok untuk lajang laki-laki.

Aturan setiap orang wajib shalat lima waktu dan shalat Maghrib berjamaah diterapkan di Kampung Acheh. Mereka datang dengan membawa berbagai macam pakaian adat.

Orang-orang Melayu, dikutip dari The Journal of Social Sciences Research tidak keberatan dengan kedatangan orang Aceh ke kampung mereka. Bahkan orang Melayu menjual tanah hutan yang tidak memiliki pemilik kepada masyarakat Aceh. Mereka lalu menanaminya dengan tanaman cabai.

Kebiasaan yang Masih Bertahan

Hal baik yang masih bertahan hingga saat ini adalah hubungan yang erat dan bersahabat antara warga Aceh dan Melayu.

Baca juga :

Cari Tau Yuk! Penyebab Orang Aceh Bermigrasi ke Yan Malaysia

Bahkan, Menteri Keuangan Malaysia, Zafrul Tengku Abdul Aziz sudah mengunjungi Ketua Persatuan Melayu Berketurunan Acheh, Datuk Mansyur bin Usman saat baru saja ditetapkan.

Ini membuktikan masih eratnya persahabatan antara orang Aceh dan Melayu di Malaysia.

Masyarakat Aceh di Yan juga berhasil mempertahankan akar budayanya, terutama dalam hal bahasa, masakan, dan pakaian (baju pengantin dalam pernikahan).

Sebagian besar rumah di sana juga masih berbentuk seperti rumah Melayu lokal. Tetapi bedanya, rumah-rumah di Kampung Acheh dibangun saling berdekatan.

Ini memungkinkan mereka bersosialisasi dan mengobrol langsung dari jendela atau pintu rumah. Hal ini diyakini dapat menciptakan keakraban diantara sesama mereka.

Perbedaan Dulu dan Sekarang

Orang-orang Aceh di Malaysia dahulu masih memegang beberapa prinsip, seperti lebih menekankan pada pernikahan di antara komunitas masyarakat Aceh sendiri untuk memperpanjang keturunan.

Mereka juga fokus dalam berdakwah islamiyah.

Berbeda dengan sekarang, dimana pernikahan diantara komunitas Melayu dan Aceh sudah lebih banyak ditemui.

Orang-orang Aceh di Yan Malaysia juga sudah mulai fokus berbisnis dan mengejar kematangan dari sisi keuangan.

Dilansir The Journal of Social Sciences Research, hal ini terjadi karena pengaruh yang dibawa oleh para saudagar dari Aceh.Terbukti bahwa saat ini mereka lebih fokus untuk berdagang.

Tekad tersebutlah yang membuat mereka merantau hingga ke Kuala Lumpur untuk urusan bisnis. Mereka akan kembali ke Kampung Acheh bila pendapatannya dianggap telah memuaskan.

Walau begitu, tipikal orang Aceh adalah tidak suka bergantung pada gaji atau bekerja pada orang lain. Sebaliknya, mereka berusaha dengan berwiraswasta secara mandiri.

1

2

3

4

5

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

GREAT

Niat Tayamum, Syarat, Tata Cara dan Rukun Merujuk Hadis...

Niat tayamum harus mengawali perbuatan tayamum. Artikel ini menjelaskan arti tayamum, syarat, tata cara dan rukun berdasarkan hadis Nabi Muhammad Saw.

Aulia Tujuh

Cahaya dari Cahaya-Nya

Inong