Panglima Polem dan 4 Foto Isi Dompetnya yang Disita Belanda Tahun 1899

Oleh

Herman Fithra

Panglima Polem adalah pemimpin Aceh terakhir dalam perang melawan kolonial Belanda. Beliau wafat tahun 1940.

Sebelum beliau wafat. Tepatnya pada perang tahun 1899, Belanda berhasil menyita dompet Panglima Polem. Isi dari dompet tersebut adalah sejumlah manuskrip Islam pendek.

Namun bahasa dari teks manuskrip tersebut tidak hanya berbahasa Arab. Selain itu, ada juga teks dengan bahasa Melayu dan Aceh.

Baca juga: Kedatangan Orang Arab Abad 1 H di Aceh [Tashi] Dalam Catatan Tionghoa

Brill lalu mempublikasikan isi dompet tersebut, dengan judul, “Teuku Panglima Polem’s Purse,
Manuscripts as War Booty in Colonial Times.”

Selanjutnya, informasi lain juga menyebutkan Brill merupakan Perusahaan Penerbitan yang sarat sejarah dan telah berdiri sejak tahun 1683. Tak hanya itu, yang menarik adalah lembaga ini berkantor pusat di Leiden, Belanda.

Faktanya, Belanda adalah negara yang pernah menjajah Indonesia selama 350 tahun.

Di Leiden juga terdapat museum yang menjadi andalan wisata sejarahnya Belanda. Di sana Belanda menyimpan banyak manuskrip asal Aceh di sana.

Editor Pick

Dalam publikasi itu, Brill menyebut Aceh sebagai negeri muslim yang setia di bagian utara Sumatera.

Dulu Belanda menganggap manuskrip-manuskrip seperti ini sebagai subversif atau ancaman bagi mereka.

“Banyak pakar berusaha menawarkan analisis tentang teks-teks yang dibawa Teuku Panglima Polem,” tulis Brill dalam jurnal yang dipublikasikannya.***

1

2

3

4

5

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

GREAT

Niat Tayamum, Syarat, Tata Cara dan Rukun Merujuk Hadis...

Niat tayamum harus mengawali perbuatan tayamum. Artikel ini menjelaskan arti tayamum, syarat, tata cara dan rukun berdasarkan hadis Nabi Muhammad Saw.

Aulia Tujuh

Cahaya dari Cahaya-Nya

Inong