Dibalik Fakta Kedatangan Yahudi Tahun 1948 ke Tanah Palestina

Oleh

Sejarah mencatat, kaum Yahudi datang ke tanah Palestina atas prakarsa Otoritas Britania. Mereka datang dengan memelas setelah dibantai oleh Nazi di Jerman.

***

Dalam perang Salib tahun 1099 M yang terjadi atas perintah Paus Urbanus II, melansir Dariaceh.com dari berbagai sumber, Al-Quds sempat jatuh di bawah kekuasaan Nasrani. Mereka lalu membantai dan mengusir umat Islam dan Yahudi. Menjadikannya sebagai gereja, istana, kandang kuda, dan markas Ksatria Templar.

Baca juga: Sanksi Adat yang ini Tidak Dibolehkan Kepada Pelanggar Syariat Islam

Salahudin Al Ayubi lalu mengepung Al-Quds pada tahun 1187 M dan berhasil merebutnya kembali. Ketika Kekhalifahan Turki Utsmani resmi bubar pada 3 Maret 1924, Otoritas Britania lalu mulai menguasai tanah Palestina.

Seja itu, Masjidil Aqsa dan tanah wakaf Al-Quds kemudian berada di bawah pengelolaan Mahkamah Tinggi Islam, pimpinan Mufti Al-Quds H. Amin Al-Husseini hingga tahun 1948.

Otoritas Britania lalu memobilisasi orang-orang  Yahudi yang masih ada di Jerman untuk datang ke Palestina sebagai pengungsi dan pencari suaka politik.

Mereka (Yahudi) datang dengan memelas. Melansir sebuah foto berita dari BBC, pada awal kedatangannya dengan kapal, pengungsi Yahudi membentangkan sebuah spanduk besar bertuliskan, “The Germans destroyed our families and homes – don’t you destroy our hopes.” 

“Jerman menghancurkan keluarga dan rumah kami – Jangan kau hancurkan harapan kami.”

Spanduk yang bertuliskan “The Germans destroyed our families and homes – don’t you destroy our hopes.” (Foto: Palyam)

Dari sinilah awal mula malapetaka kembali terjadi. Benih-benih negara zionis Israel mulai tumbuh dan malah balik menghacurkan harapan keluarga muslim Palestina, menguasai dan mengusir mereka dari tanah dan rumah mereka sendiri. Tahun 1967, zionis Israel menduduki Yerussalem Timur dan Tepi Barat.

Editor Pick


Serangan Demi Serangan Terhadap Msjid Al-Aqsa

Pada 21 Agustus 1969, Denis Michael Rohan, seorang anggota sekte Evangelis Kristen Worldwide Chruch of God pernah melakukan pembakaran di komplek Masjid Al-Aqsa. Mimbar Salahuddin adalah salah satu yang rusak terbakar.

Tetapi ia hasil pemeriksaan oleh pengadilan Israel menyatakan ia gila. Israel lalu mendeportasi Rohan ke negara asalnya, Australia. Sejumlah sumber menduga hal itu hanyalah dalih agar pemuda tersebut terhindar dari hukuman.

Tahun 1970, 1977, 1979, 1984, dan Februari 2007 zionis Israel melalui Departemen Arkeologi Kementerian Kepercayaan Kepada Tuhan pernah menggali terowongan di bawah Masjidil Aqsa. Berdalih mencari peninggalan arkeologi.

Aksi itu memancing kemarahan di banyak negara muslim di dunia karena akan menghancurkan pondasi Masjidil Aqsa.

Selanjutnya tahun 2014 saat seorang pemuda ekstrimis Kristen-zionis asal Texas AS, Adam Everett Livvix, 30 tahun juga gagal meledakkan Kubah Ash Sahkrah. Polisi Israel lalu menangkap Livvix atas tuduhan kepemilikan senjata ilegal, merencanakan teror dan melanggar visa masuk ke negara itu.

Sejumlah sumber menyebutkan, mereka (zionis) ketakutan saat Livvix ingin meledakkan Ash Sakhrah karena akan memancing perang besar atau api yang berkobar yang akan melenyapkan Bangsa Yahudi.***

1

2

3

4

5

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

GREAT

Niat Tayamum, Syarat, Tata Cara dan Rukun Merujuk Hadis...

Niat tayamum harus mengawali perbuatan tayamum. Artikel ini menjelaskan arti tayamum, syarat, tata cara dan rukun berdasarkan hadis Nabi Muhammad Saw.

Aulia Tujuh

Cahaya dari Cahaya-Nya

Inong