Kisah Mualaf Neurolog yang Meneliti Manfaat Wudhu

DARIACEH: Kisah mualaf Leopold viral di dunia Islam. Neurolog Nasrani asal Austria itu menemukan bukti bahwa pusat-pusat saraf sensitif lebih banyak berada di dahi, tangan, dan kaki. Spot yang tidak boleh terlupakan dari wudhu.

Neurologi adalah cabang ilmu dalam kedokteran yang fokus pada kesehatan otak dan sistem saraf pada manusia.

Baca juga: Pahala Luar Biasa Ketika Istri Memasak untuk Suami & Anaknya

Penelitiannya berawal dari ketertarikan Leopold terhadap Islam. Ia lalu mengunjungi negara-negara Balkan dan Turki serta kerap kali terlihat mengunjungi masjid-masjid di sana. Tidak jarang Leopold ikut berwudhu.

Kisah Mualaf
Baron Omar Rolfvon Ehrenfels. (Foto: Eslam.de)

Leopold kemudian memfokuskan diri untuk meneliti tentang wudhu yang menjadi kewajiban seorang muslim sebelum menunaikan shalat. Ia juga meneliti keharusan mandi bagi suami istri setelah jima’. Kewajiban yang tidak Leopold temui di agama yang ia anut, Nasrani.

Penelitiannya kemudian sampai pada satu kesimpulan. Pusat safar sensitif pada manusia lebih banyak terdapat pada dahi, tangan, dan kaki.

1

2

3

4

5

DARIACEH: Kisah mualaf Leopold viral di dunia Islam. Neurolog Nasrani asal Austria itu menemukan bukti bahwa pusat-pusat saraf sensitif lebih banyak berada di dahi, tangan, dan kaki. Spot yang tidak boleh terlupakan dari wudhu.

Neurologi adalah cabang ilmu dalam kedokteran yang fokus pada kesehatan otak dan sistem saraf pada manusia.

Baca juga: Pahala Luar Biasa Ketika Istri Memasak untuk Suami & Anaknya

Penelitiannya berawal dari ketertarikan Leopold terhadap Islam. Ia lalu mengunjungi negara-negara Balkan dan Turki serta kerap kali terlihat mengunjungi masjid-masjid di sana. Tidak jarang Leopold ikut berwudhu.

Kisah Mualaf
Baron Omar Rolfvon Ehrenfels. (Foto: Eslam.de)

Leopold kemudian memfokuskan diri untuk meneliti tentang wudhu yang menjadi kewajiban seorang muslim sebelum menunaikan shalat. Ia juga meneliti keharusan mandi bagi suami istri setelah jima’. Kewajiban yang tidak Leopold temui di agama yang ia anut, Nasrani.

Penelitiannya kemudian sampai pada satu kesimpulan. Pusat safar sensitif pada manusia lebih banyak terdapat pada dahi, tangan, dan kaki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

GREAT

Jelang SNMPTN 2022, Cek 10 Prodi Favorit di Universitas...

Tahun 2021 lalu, 1.171 siswa memilih farmasi Universitas Syiah Kuala meski daya tampung melalui SNMPTN hanya 15 orang.

Aulia Tujuh

Cahaya dari Cahaya-Nya

Inong