Foto-Foto NASA yang Menguatkan Al-Qur’an Tentang Cahaya Matahari

Oleh

Interaksi elegan memberi kekuatan pada matahari untuk menghasilkan cahaya dan energi bagi kehidupan. Interaksi itu disebut fusi yang terjadi ketika dua atom dipanaskan dan dikompresi sehingga bergabung menjadi elemen baru.

NASA menjelaskan, proses ini membentuk foton, partikel cahaya yang dilepaskan dari matahari. Selama 40.000 tahun foton akan diserap oleh atom lain dan dipancarkan berulang kali hingga mencapai permukaan matahari. Sesampai di sana, foton mengalir keluar, menerangi bumi dan tata surya.

Baca juga: Dicintai di Amerika, ini Kandungan Nutrisi Dalam Pisang

Dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah: 17, Allah berfirman, “Perumpamaan mereka seperti orang-orang yang menyalakan api. Setelah api itu menyinari sekelilingnya, Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.”

Editor Pick


Sementara NASA menyebut, jauh di dalam inti matahari yang berapi-api, atom-atom melebur dan membentuk cahaya.

Tak hanya itu, Al-Qur’an mendeskripsikan api sebagai sinar (dhiya’) dan menyebut pancaran sinar tersebut sebagai cahaya (nur).

QS An-Nur: 35 juga membuat perumpamaan atas cahaya sebagai minyak yang bersinar dan memancarkan cahaya ke sekelilingnya. Dalam ayat ini matahari disebut sebagai pelita.

 اَللّٰهُ نُوْرُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ مَثَلُ نُوْرِهٖ كَمِشْكٰوةٍ فِيْهَا مِصْبَاحٌۗ اَلْمِصْبَاحُ فِيْ زُجَاجَةٍۗ اَلزُّجَاجَةُ كَاَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُّوْقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُّبٰرَكَةٍ زَيْتُوْنَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَّلَا غَرْبِيَّةٍۙ يَّكَادُ زَيْتُهَا يُضِيْۤءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌۗ نُوْرٌ عَلٰى نُوْرٍۗ يَهْدِى اللّٰهُ لِنُوْرِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَيَضْرِبُ اللّٰهُ الْاَمْثَالَ لِلنَّاسِۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ۙ

Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Wallahua’lam bissawab.***

1

2

3

4

5

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

GREAT

Niat Tayamum, Syarat, Tata Cara dan Rukun Merujuk Hadis...

Niat tayamum harus mengawali perbuatan tayamum. Artikel ini menjelaskan arti tayamum, syarat, tata cara dan rukun berdasarkan hadis Nabi Muhammad Saw.

Aulia Tujuh

Cahaya dari Cahaya-Nya

Inong