Kapten Tim

Kapten Tim Dariaceh.com telah berpengalaman lebih dari 15 tahun sebagai jurnalis dengan beberagam penghargaan.

Ia hampir telah merasakan seluruh posisi dalam tim kesebelasan media. Mulai dari wartawan magang, wartawan, asisten redaktur, redaktur pada sejumlah media, redaktur pelaksana pada tabloid pemerintah daerah selama hampir lima tahun, dan pemimpin redaksi.

Artikel-artikelnya pernah berwara-wiri dan menjadi pemenang di sejumlah lomba menulis. Diantaranya pada lomba yang dilaksanakan Kemenpan dan RB tentang isu keterbukaan informasi publik. Ia adalah jurnalis daerah yang menjadi pemenang bersama jurnalis media paling bergengsi di Indonesia.

Kapten Tim dengan spesialisasi beasiswa liputan jurnalistik dan menulis sejumlah buku kompilasi bersama para jurnalis se-Indonesia.

Tulisan-tulisan feature yang soft dari Kapten Tim Kesebelasan Dariaceh.com lainnya bertebaran di beberapa media nasional, seperti Jawa Pos. Ia juga menulis buku/novel yang diterbitkan Republika, Jakarta.

Ia adalah otodidak dan murid yang baik untuk bidang tekhnologi informasi. Lulus sebagai pembelajar di Filsafat Islam dalam waktu 3 tahun 5 bulan dengan indeks prestasi komulatif istimewa.

Sesudah itu ia kembali belajar pada bidang keilmuan Administrasi Publik dan lulus dalam waktu 1 tahun 20 bulan dengan predikat istimewa.

Kapten Tim yang pernah mendapat beasiswa pelatihan dan liputan dari SIDA (Swedish International Development Agency) dan AJI Indonesia. Dilain waktu ia juga mondok di Lembaga Pers Dr. Soetomo, Jakarta.

Ketua kelas. Trainers, leader dan aktivis yang baik sejak masih menjadi pelajar dan mahasiswa.

Kapten Tim Kesebelasan Dariaceh.com sempat mengikuti seleksi jurnalis salah satu media nasional terkemuka di Jakarta tahun 2008. Tetapi mengundurkan diri setelah lulus karena tetap ingin fokus di Aceh.

Ia pulang dan terpanggil secara hati nurani untk mengajar di IAIN Ar-Raniry pada masa awal Kota Banda Aceh diamuk Tsunami tahun 2006-2010. Walau rutinitasnya sebagai jurnalis tetap dilakoninya.

Kapten untuk teman guru-guru agama Islam yang baik dan partner guru-guru pesantren yang berilmu di daerah.

Ia menulis novel yang menghubungkan sejarah Aceh dengan Malaysia. Diperdagangkan di toko buku bertingkat di Kota Banda Aceh. Di Jalan Panglima Nyak Makam. Dekat warung kopi yang ditongkrongi para millennials.

Salam hangat,

Teman kolaborasimu

insya Allah bisa kamu percaya