Pocut Meurah Intan, Bukan Perlawanan Biasa Kesultanan Aceh

Oleh

Herman Fithra

Pocut Meurah Intan memilih bercerai dengan Tuanku Abdul Majid, anggota keluarga Kesultanan Aceh karena menyerah kepada Belanda. Ia lalu berjuang bersama tiga anaknya. Dengan bersenjata rencong, Pocut berhasil menusuk hampir seluruh pasukan Kops Militer Marsose Belanda.

Tetapi 18 Marsose terlalu kuat untuk ia lawan sendiri. Seluruh tubuhnya berlumuran darah. Urat keningnya putus. Mbah Cut lalu diasingkan ke Blora, Jawa Tengah.

Marsose adalah pasukan khusus yang dibentuk Belanda untuk mengantisipasi dan melawan taktik perang gerilya pejuang Aceh dari tahun 1890-1942.

[Kisah Cinta Ratu Safiatuddin dan Tsani di Kerajaan Aceh]

Pocut Meurah Intan mungkin tidak sefamiliar Cut Nyak Dhien, Laksamana Malahayati atau Cut Meutia. Tetapi perjuangannya tidak kalah heroik dengan para pejuang perempuan Aceh lainnya.

Nasibnya sama persis seperti Cut Nyak Dhien. Belanda mengasingkan keduanya ke tanah Jawa.

Kelak keduanya sama-sama mencintai tanah Jawa.

Pada 10 November 2021 kemarin Ganjar Pranowo berhasil mengakat memori kita kembali. Masih ada Pocut Meurah Intan. Gubernur Jawa Tengah itu menggelar upacara Hari Pahlawan di lapangan kecil dekat makam Pocut.

Sebelumnya Ganjar bersama mahasiswa Aceh di Semarang telah berziarah ke makam Pocut Meurah Intan. Ia juga berkomitmen mengusulkannya sebagai Pahlawan Nasional.

Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berziarah ke makam Pocut Meurah Intat. (Foto: HUMAS PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH)

Riwayat Perjuangan

1

2

3

4

5

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

GREAT

Niat Tayamum, Syarat, Tata Cara dan Rukun Merujuk Hadis...

Niat tayamum harus mengawali perbuatan tayamum. Artikel ini menjelaskan arti tayamum, syarat, tata cara dan rukun berdasarkan hadis Nabi Muhammad Saw.

Aulia Tujuh

Cahaya dari Cahaya-Nya

Inong