SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

+
Telaah HukumMasa Jabatan Keuchik atau Nama Lain...

Masa Jabatan Keuchik atau Nama Lain di Aceh

Save

Kedudukan Keuchik atau nama lain dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA)

Berdasarkan ketentuan Pasal 98 ayat (1) dan ayat (3) UUPA Keuchik atau nama lain merupakan salah satu Lembaga adat berfungsi dan berperan sebagai wahana partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan Pemerintahan Aceh dan pemerintahan kabupaten/kota di bidang keamanan, ketenteraman, kerukunan, dan ketertiban masyarakat.

Masa Jabatan Keuchik atau nama lain dalam UUPA

Pasal 115 BAB VI MUKIM DAN GAMPONG,

ADVERTISEMENT

(1) Dalam wilayah kabupaten/kota dibentuk gampong atau nama

(2) Pemerintahan gampong terdiri atas keuchik dan badan permusyawaratan gampong yang disebut tuha peuet atau nama

(3) Gampong dipimpin oleh keuchik yang dipilih secara langsung dari dan oleh anggota masyarakat untuk masa jabatan 6 (enam) tahun dan dapat dipilih kembali hanya untuk satu kali masa jabatan

ADVERTISEMENT

 

Pembentukan Undang-Undang Yang Berkaitan dengan Aceh

Dalam Pasal 8 ayat (2) UUPA, ditegaskan bahwa Rencana pembentukan undang-undang oleh Dewan Perwakilan Rakyat yang berkaitan langsung dengan Pemerintahan Aceh dilakukan dengan konsultasi dan pertimbangan DPRA. Perubahan UUPA

Dalam Pasal 269 ayat (3) UUPA. Ditegaskan bahwa “Dalam hal adanya rencana perubahan Undang-Undang ini dilakukan dengan terlebih dahulu berkonsultasi dan mendapatkan pertimbangan DPRA.”

Masa Jabatan Keuchik atau nama lain di Aceh saat ini

Selama Pasal 115 UUPA yang menyatakan masa jabatan Keuchik atau nama lain selama 6 (enam) tahun dan dapat dipilih kembali hanya untuk 1 kali masa jabatan berikutnya (paling lama Keuchik atau nama lain dapat menjabat selama 12 tahun) belum diubah, maka masa jabatan Keuchik atau nama lain tetap berpedoman pada UUPA (paling lama 12 tahun)

ADVERTISEMENT

 

Masa Jabatan Kepala Desa dalam UU Desa

Pasal 39 UU 6/2014 ttg Desa
Pasal 39 UU 3/2024 TTG Perubahan Kedua
UU 6/2014 ttg Desa
(1) Kepala Desa memegang jabatan selama 6 (enam) tahun terhitung sejak tanggal pelantikan.
(2) Kepala Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat menjabat paling banyak 3 (tiga) kali masa jabatan secara berturut- turut atau tidak secara berturut-turut.
(1) Kepala Desa memegang jabatan selama 8 (delapan) tahun terhitung sejak tanggal pelantikan.
(2) Kepala Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat menjabat paling banyak 2 (dua) kali masa jabatan secara berturut- turut atau tidak secara berturut-turut.

 

Dalam Perubahan UU 6/2014 tentang Desa, Jabatan Kades dari sebelumnya memegang Jabatan selama 6 (enam) tahun dan dapat menjabat 3 (tiga) kali masa Jabatan (6 x 3 = 18 Tahun) menjadi memegang Jabatan selama 8 (delapan) tahun dan dapat menjabat 2 (dua) kali masa Jabatan (8 x 2 = 16 Tahun)

Langkah Konkrit

Dalam hal masa Jabatan Keuhik atau nama lainnya di Aceh yang merupakan salah satu Lembaga Adat dan sebagai Pemimpin Gampong atau nama lain, dituntut masa jabatannya harus sama dengan masa jabatan Kades sebagaimana UU Desa, maka dalam perubahan UUPA yang pada level Pemerintahan Aceh merupakan ranah DPRA, dapat diusulkan agar Pasal 115 ayat (3) UUPA dapat diubah dan disesuaikan dengan ketentuan Pasal 39 UU 6/2024.

Dengan demikian seorang Keuchik atau nama lain di Aceh dapat menjabat paling lama dari sebelum 12 (dua belas) tahun menjadi 16 (enam belas) tahun.

Berkenaan dengan usulan Perubahan Pasal 115 UUPA tersebut, DPR Aceh setelah melakukan pengkajian yang mendalam dari semua aspek dapat menyampaikan usulan perubahannya kepada DPR RI dan Pemerintah Pusat.

 

Sudut Kota Banda Aceh, 6 Mei 2024
Muhammad Junaidi
Pemerhati Hukum dan Pemerintahan Aceh
ADVERTISEMENT

Related stories:

Himne Aceh

Himne atau gita puja pada dasarnya merupakan nyanyian pujian yang dialamatkan kepada Tuhan. Dalam kamus Alfred’s Pocket Dictionary of Music himne didefinisikan sebagai “a...

Seberapa artikel ini bermanfaat bagi Anda?

0 dari 5
 
Dapatkan update artikel pilihan Dariaceh.com dengan bergabung ke Instagram “dariacehcom” dan laman Facebook “Dariaceh.com”.
 
 

Jejak Yahudi yang Dimakamkan di Aceh Setelah 105 Tahun Tewas

"O, God, ik ben getroffen!" Ia berteriak. Nafasnya terengah-engah. Hilang seketika sikap berpongah-pongahnya. By TEUNGKUMALEMI Filed: 1 Desember 2023, 03:09  BANDA ACEH, Pantè Ceureumén Nama belakangnya merujuk pada...

15 Universitas Islam Terbaik Tahun 2023 versi 3 Lembaga Internasional

DARIACEH: Tiga situs dari lembaga pemeringkatan kampus terbaik di dunia, yaitu Webometrics, EduRank, dan UniRank sepanjang tahun 2023 telah mengumumkan kembali mana saja universitas...

dariaceh

O Allah

Video musik ini dinyanyikan Harris J dengan judul,...

Himne Aceh

Cipt. Mahrisal RubiBumoe Aceh nyoe keuneubah Raja, Sigak meubila Bangsa... Mulia Nanggroe..Mulia dum Syuhada, Meutuah bijèh Aceh mulia...Reff. E Ya Tuhanku...Rahmat beusampoe.. Neubri Aceh nyoe beumulia...Rahmat Neulimpah..Meutuah asoe.. Aréh keu...

Tahayya

“Tahayya” (Bersiaplah) — adalah video musik untuk merayakan Piala Dunia FIFA Qatar 2022, menampilkan Maher Zain dan Humood AlKhudher.

Meudèëlat Tubôh

♫ 𝗟𝗜𝗥𝗜𝗞 ♫𝘚𝘢𝘩 𝘵𝘶𝘣𝘰̂𝘩 𝘯𝘨𝘰̂𝘯 𝘫𝘪𝘩 𝘭𝘢𝘩𝘦́ 𝘚𝘢𝘩 𝘩𝘢𝘵𝘦́ 𝘥𝘪𝘬𝘦́ 𝘣𝘦𝘶𝘴𝘪𝘮𝘱𝘦𝘶𝘯𝘢 𝘚𝘢𝘩 𝘶𝘳𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘪𝘭𝘦́ 𝘚𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘵𝘦́ 𝘵𝘢𝘯 𝘭𝘦́ 𝘴𝘰𝘦̈ 𝘴𝘦𝘶𝘳𝘦𝘶𝘵𝘢𝘎𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘶𝘣𝘶𝘦̈𝘵 𝘯𝘨𝘰̀𝘯 𝘴𝘦𝘶𝘮𝘪𝘬𝘦́ 𝘔𝘶𝘴𝘦𝘶𝘬𝘦́ 𝘱𝘦𝘶𝘨𝘭𝘢 𝘯𝘨𝘰̀𝘯 𝘵𝘢𝘱𝘦𝘶𝘯𝘢 𝘎𝘭𝘢𝘩...

ISLAM

Portal Islam Terbaik di Indonesia

DARIACEH: Belajar Islam secara online kini seolah menjadi trend tersendiri untuk sebagian kalangan. Terlebih kini banyak portal Islam berseliweran di internet. Padahal berguru secara...

Wara Sebagai Syarat Mencapai Kebahagiaan

Wara adalah salah satu jalan untuk mencapai konsepsi bahagia dalam Islam.Secara bahasa wara berasal dari kata "taharruj" yang artinya menjauhi dosa atau berhati-hati. Sedangkan menurut...

Duka Palestina dalam Angka dan Cerita versi Aljazeera

Mahmoud ingin menjadi jurnalis, sama seperti ayahnya. Bertekad untuk berbagi kisah tanah airnya dengan dunia, remaja berusia 16 tahun, yang dikenal sebagai “Wael muda” bersama...

TERKINI DI DARIACEH.COM

Cut Nyak Dhien

Usianya terus menua. Menginjak 51 tahun ketika Umar syahid di Lhok Bubon 11 Februari 1899. Ia terus berjuang dengan sebilah rencong, meskipun mata rabun dan pinggangnya encok.